Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Amsal 30:8b.
Sesungguhnya, kekayaan dan kemiskinan ada di dalam hati anda. Apa yang ada dalam hati kita menentukan, cara kita memandang keadaan.
Seberapa pun banyak dan bagusnya milik anda, tapi kalau hidup anda dipenuhi keluhan dan omelan, anda tidak pernah bisa bersyukur dan bergembira atas segala sesuatu; maka anda adalah orang miskin.
Sebaliknya, seberapa pun sedikitnya milik anda, tapi kalau anda selalu bisa bersyukur dan dapat menikmati apa yang ada dengan hati yang gembira, dan dalam keadaan itupun anda masih bisa memberi; maka anda adalah orang kaya.
Kekayaan atau kemiskinan, semuanya terletak pada bagaimana anda mau menyikapi hidup anda. Berkat Tuhan tidak akan bertambah sedikitpun, tanpa anda mulai bersyukur atas hal-hal yang anda miliki sekarang ini.
Tataplah dunia ini dengan kasih. Hadapilah hidup ini dengan hati bersyukur. Sungguh, anda akan tercengang bahwa betapa kayanya diri anda.
Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya? Bilangan 23:19
Dalam satu minggu pelayanan misi saya ke kota Manado & beberapa daerah di Minahasa, Roh Kudus berulang ulang mengingatkan tentang ayat ini, dan setiap kali saya mengingatnya, saya digerakan untuk menyampaikan ayat ini.
Sampai akhir misi, saya masih merenungkan makna dari ayat ini buat diri saya dan buat pelayanan messenger community, pernyataan demi pernyataan ditegaskan bagi orang lain dan membawa dampak yang positif bagi oranag tersebut, namun apa maksudnya bagi saya?
Sampai pada akhirnya saat perjalanan kembali ke Jakarta, saya mengerti bahwa Roh Kudus sedang mengajar saya tentang suatu pelajaran berharga, yakni kejujuran! Ya pelajaran itu bukan buat orang lain saja yang saya layani selama perjalanan misi saya, tapi perjalanan itu ternyata sebuah proses pembentukan karakter iman dari Roh Kudus bagi saya.
Kehidupan kita seharusnya jujur terhadap diri kita sendiri dan juga jujur terhadap komunitas sekitar kita, untuk segala sesuatu Tuhan mengukur manusia bukan dari berapa besar kepalanya, tapi dari berapa besar hatinya.
Dan dengan belajar untuk menjadi jujur dalam kehidupan ini, maka DIA yang jujur dan tak pernah berdusta akan menepati janjinya pada kita.
Apakah Karakter Pengendalian Amarah Bekerja Padamu?
Ini yang dapat engkau lakukan. Perhatikan Karakter ini, ini adalah buah amarah, dari kata – kata TUHAN yang penting, terdapat pada Galatia 5: 22-23 dan bukan Galatia 5:19-21. Tanyakanlah dirimu:
Bagaimana saya memperlihatkan amarah, apakah dengan cara yang benar, pada saat saya harus melakukannya?
Apa yang dapat saya lakukan untuk dapat mengontrol tempramen saya, sehingga saya dapat menghargai orang, ketimbang membiarkan mereka mengganggu saya?
Apa yang menghentikan kendali amarah saya?
Bagaimana saya mengontrol amarah saya, sehingga apa yang baik berfungsi lebih baik, lebih kuat dan lebih cepat, biarpun dalam keadaaan yang tidak diduga atau stress?
· Contoh positif dalam Firman TUHAN (Keluaran 17: 10-13; 22:22-24; Bilangan 22:20f; 31:1; Nehemiah 5:6-7; Matius 4:1-11; 5:23-26; 21:12-13; Markus 3:5)
· Contoh negative dalam Firman TUHAN (Kejadian 4:1-14; 34:13-31; 49:5; Bilangan 20:10-12; 1 Samuel 17:28-32; Kisah 24:24-26)
Amarah yang Benar: dapatkah Amarah merupakan sebuah Karakter?” Ya! Pada saat ditahan / dibatasi! Alkitab menuliskan bahwa OK untuk marah, tapi, jangan sampai berdosa! Yesus melihat rumah doa Nya di jadikan pasar, dan mencontohkan kita bagaimana menyalurkan kekesalan kita pada hal yang benar tujuannya. Amarah bisa jadi solusi, atau masalah serius, tergantung bagaimana engkau mengarahkannya (Amsal 14:29, 15:18; 16:32;29:11; 22; Pengkhotbah 7:9; Matius 18:15-17; 21:12-13; Roma 1:18; Efesus 4:25-27; Yakobus 1:19-21)!
Kepahitan, kebencian, tempramental, and kekesalan adalah opsisi dari amarah yang benar. ini menjadi kekejian, menjadi buah yang busuk, saat kita tidak bias mengontrol amarah kita. Hal – hal tersebut akan membatu dalam hati, menjadikan kita seorang yang susah untuk mengampuni, penuh dengan kebencian, kekecewaan, penolakan, kepaitan, angkuh dan semuanya itu membunuh, menyebabkan perpecahan dan kebencian, menghancurkan hubungan, lingkungan, dan, mengakhiri hubungan kita dengan TUHAN.
Amarah dapat menjadi baik saat engkau dapat mengendalikannya. Marah, bukan dosa pada saat kita menggunakan sebagai Karakter Roh,dan dengan kasih. Jika salah, TUHAN pun salah, karena, dalam Alkitab ada sekitar 600 kali TUHAN marah. Kemarahan TUHAN dapat disebut sebagai Kemarahan yang pada tempatnya,ada sebab dan alasan yang jelas. Dan alasananya adalah DIA marah karena dosa kita.
Pengendalian diri membawa kedisiplinan, jadi kita dapat mengendalikan rasa takut, kekhawatiran, dan bahkan kekecewaan.
Tip menanggulangi amarah (KOLOSE 3:8):
1. amarah adalah suatu reaksi pertahan yang alami, jadi, kita harus segera menyelesaikan. (Pengkhotbah 7:9; Efesus 4:26)!
2. Amarah dapat melindungimu, tetapi, yakinkan itu bukan nya bahan bakar untuk merasionalisasikan dirimu dari tanggung jawab (1 Samuel 31:4)!
3. Marah sih OK OK aja; tapi bagaimana engkau menanggapinya. Sempatkan waktumu untuk berdoa,dan baca mazmur untuk menenangkan diri!Jalan jalan ! (jangan nyetir !) atau olah raga. Dan jangan lupa mendoakan yang menjadi penyebab (doa pengampunan) (Kisah 24:16).
4. Fokus pada Kristus.letakan amarahmu pada manejemen Nya (Filipi 2:4).
5. Fokus pada akar kemarahan, bukan orangnya, atau situasinya (Amsal 29:11)!
6. Tanyakan pada dirimu, sudahkah saya menganalisa keadaan ini dengan benar,ataukah saya overreacting? Sebagai hamba Tuhan, saya mengatakan, 95 % orang over reacting!
7. Minta bantuan dari sahabat, counselor atau Pastor. Tapi ingat, jangan marahin mereka (Matius 5:23-24)!
8. Tanyakan dirimu, kenapa saya marah? Kenapa saya merasa seperti ini? Saya marah ada untungnya gak ya? Apakah saya focus ke TUHAN atau kepada kepentingan saya sendiri? (Amsal 15:18; 29:22)!
9. Mungkin TUHAN sedang menggunakan mu untuk menegor seseorang; jika ya, lakukan dengan benar (Amsal 15:1; Efesus 4:15-25).
Pertanyaan
Bagaimana engkau mendefinisikan Amarah? Apa bedanya marah yang benar dan marah yang salah? baca Nehemiah 5:6-7; bagaimana Nehemia dalam amarahnya menjadi benar?
Kita pernah mendengar suatu perusahaan besar otomotif yang juga bergerak di bidang pengembangan robot yang mempunyai slogan “POWER OF DREAM” dan juga sebuah perusahaan produksi film yang bernama “DREAMWORK”, kedua perusahaan ini mewakili sekian banyak perusahaan besar yang memulai kegiatannya di mulai dengan sebuah impian.
Dalam Kejadian 37:5-7,9 juga kita belajar dari seseorang yang memulai perjalanan hidupnya dengan sebuah impian. impian akan menjadi suatu impian saat kita hanya menikmati saat tidur dan bangun tanpa melakukan apa apa, namun impian dapat menjadi suatu kekuatan bagi kita untuk memulai perjalanan sukses hidup kita sesuai dengan rancangan Tuhan.
Pada saat kita memutuskan untuk memberikan hidup kita pada Tuhan, dan kita mulai mengenal Dia secara pribadi. Tuhan memberikan suatu impian dalam diri kita, dan ingat! Manusia memimpikan sesuatu yang bisa di ukur oleh sesama manusia, namun Tuhan memberi impian yang besar, bahkan manusia akan melihat hal tersebut tidak mungkin dilakukan, bahkan diri kita akhirnya menjadi hambar dengan impian tersebut, sehingga tanpa sadar kita hanya akan menjadi penonton, saat orang lain berhasil melakukan apa yang Tuhan taruh dalam dirinya.
Kita sering kali keliru menanggapi apa impian Tuhan tersebut, sering kita menarik kesimpulan tentang berkat pribadi, kepopuleran pribadi dan segala sesuatu ukuran materi saja, dan semua itu salah! Impian yang Tuhan berikan bagi kita sangat besar, tapi jangan lupa kita hanyalah alat yang dipercaya untuk menjalankan semua itu, untuk siapa? Bagi kemuliaan dan perluasaan kerajaan-Nya. Karena impian yang Tuhan berikan seharusnya menjadi dampak yang luar biasa bagi komunitas kita, dan setiap berkat yang diberikan oleh Nya, adalah modal kita untuk menjalankan pekerjaan Nya tersebut, bukan sebaliknya.
Dari Yusuf kita belajar :
1.Terima dengan penuh gairah dan sukacita, Impian yang Tuhan berikan terkadang tidak masuk di akal, namun baiknya kita menerima itu dengan sikap yang benar, gairah, semangat dan sukacita akan memampukan kita melihat dari cara pandang Tuhan, ingat ! impian masa depan memiliki kekuatan di masa sekarang, bagaimana cara anda bersikap menentukan bagaimana anda pencapaian anda dalam menerima janji janji Tuhan.
2.Fokus kepada impian, sering kita lupa bahwa yang memberi impian adalah empunya segalanya, sehingga kita sering menggunakan kekuatan sendiri atau mengharapkan janji orang lain, kita mulai mencari usaha dengan mengatas namakan impian yang Tuhan berikan akhirnya kita fokus pada usaha tersebut ketimbang pada fokus tujuan sebenarnya. Yusuf tidak minta kepada potifar atau bahkan memohon agar impiannya bisa jadi kenyataan, tapi dia tahu bahwa Tuhan yang memberi impian ini maka Tuhan sudah menyiapkan semuanya dan menyertai dia (KEJADIAN 39:2), yang perlu kita lakukan adalah jangan terpecah fokus kita.
3.Nikmati prosesnya, “no pain, no gain” artinya “ tidak ada sakit, tidak ada untung” memang kedengarannya tidak mengenakan, namun dalam setiap janji Tuhan harus ada komitment, harus ada pengorbanan. Why? Karena memang demikian, bagaimana Tuhan dapat mempercayai suatu hal yang luar biasa kalau dia memberikan pada seseorang yang masih bayi rohani? Apakah seorang anak umur lima tahun akan di berikan kepercayaan untuk melakukan suatu tanggung jawab yang besar? Tentu tidak! Proses itu adalah pendewasaan karakter kita, pusat pelatihan dan bersamaan dengan itu kesetiaan kita pun di lihat, apakah Tuhan dapat mempercayai kita? Yusuf mengalami semua hal yang tidak mengenakan, namun setiap proses permasalahan di lihatnya sebagai suatu kesempatan untuk bertumbuh, dia tidak melihat masalah tapi fokusnya tetap jauh kedepan pada impian yang diberikan Tuhan baginya.
Saat ini mungkin anda sedang di beri impian yang luar biasa oleh Tuhan, namun keadaan dan lingkungan di sekitar anda kurang mendukung atau bahkan jauh dari pada mungkin. Tapi ingat moment ini, orang menilai anda berjalan diatas ketidak mungkinan, tapi sikap anda, komitment anda, kesetiaan anda pada Tuhan akan membuat anda tidak lagi berjalan, namun berlari bahkan menari diatas segala ketidak mungkinan itu dan hidup anda akan berdampak bagi komunitas dan lingkungan anda.
Filipi 4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.